KEINGINAN MENJADI LEBIH BAIK

 

KEINGINAN MENJADI LEBIH BAIK

 

     Siapa sih yang tidak pernah merasakan masa lalu yang buruk?

 Tentu sebagian orang telah merasakannya, salah satunya diriku sendiri.

 

      Dulu  hidupku penuh maksiat , mungkin hidupku tersesat. Sering sekali aku meninggalkan kewajibanku sebagai seorang muslimah, dan tidak luput juga meninggalkan perintah-perintahnya yang sudah jelas akan menimbulkan dosa.Diriku pernah mengumbar aurat, kesana kemari tanpa jilbab, disaat berjilbab pun tidak sesuai dengan syariat agama.Begitu pun sholat, hanya bila ingat dan itu pun secepat kilat. Barulah disaat aku butuh allah,aku tertatih untuk sholat. Aku tidak pernah menjaga lisan dan pandanganku, hatiku yang selalu berharap pada makhluknya, bukan pada allah.

      Namun hingga suatu hari aku beradi di kelas bersama teman-temanku .Pada saai itu, aku sedang mendengarkan mereka bercerita sambil memberi nasihat tentang aurat, pacaran, dan hijrah. Tiba-tiba saja aku ingin berubah dan menjadi lebih baik.Subhanallah, aku tidak tau dari mana fikiran itu muncul secara tiba-tiba di benakku. Padahal, sudah dari dulu aku tau bahwa pacaran itu gak boleh, tapi tetap saja aku melakukannya. Apa mungkin allah memberiku hidayah? Jika benar, maka alhamdulillah.

      Saat aku berada di kamar aku menangis sesegukan, aku teringat betapa jauhnya aku dari tuhanku, betapa aku di lumuri dosa. Rasa malu menyelimuti diriku sendiri. Aku selalu mengecewakan ke dua orang tua ku dan membuat mereka malu sampai menangis, karna disebabkan oleh ulah ku yang tidak tau malu itu. Segala nikmat yang allah berikan padaku, namun apa balasan dariku? Tidak ada, bukannya mensyukuri malah mengkufuri. Langsung ku tertatih ,dan ku perbaiki sholat ku. Ku berdo’a pada allah, agar niat ku dilancarkan, dan aku meminta ampunan kepada allah atas dosa-dosa yang telah ku perbuat dengan penuh malu.

      Setelah lama merenung, aku teringat bahwa di akun sosmed ku banyak foto-foto ku yang tidak berjilbab. Langsung saja aku mengambil Hp ku dan menghapus semuanya, lalu menggantinya ke foto- foto / cerita islami. Aku teringat bahwa pada saat itu, aku sedang menjalankan hubungan yang terlarang (pacaran). Aku bingung dan menangis, aku tidak tau harus bagaimana. Langsung saja aku ambil keputusan untuk mengakhirinya. Memang butuh waktu yang lama untuk melupakannya, tapi aku berusaha supaya hatiku tidak goyah dari keinginan hijrahku.

      Alhamdulillah, setelah waktu yang cukup lama, aku bisa melupakannya, dan aku mulai berfikir untuk masuk pesantren saja, supaya tidak terus melakukan maksiat.

      Kawan, jangan pernah menunda-nunda untuk berubah selama kaki masih menapak tanah, dan hidung masih menghirup nafas, hijrah bukan hanya butuh proses tapi butuh progres. Mantapkanlan jiwa, luruskan niat, dan berdo’alah pada allah, insya allah, allah kabulkan. Soal mereka yang mencaci mu jangan dengarkan, biarkan mereka berkata apa tentang kalian.Jadilah seseorang yang bermanfaat untuk orang lain, bukannya memanfaatkan orang lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

 

 

Lebih baik kehilangan sesuatu karna allah,

Dari pada kehilangan allah karena sesuatu.

     

   

 

 

Komentar